5 Makanan Penambah HB Untuk Ibu Hamil Yang Paling Bagus

5 Makanan Penambah HB Untuk Ibu Hamil
Anemia Pada Ibu Hamil

Salah satu masalah umum pada ibu yang sedang hamil adalah menderita kekurangan hemoglobin darah atau dikenal juga dengan penyakit Anemia.

Anemia pada ibu hamil bukan tidak memiliki resiko besar terutama pada kesehatan janin dan juga pertumbuhannya. Tidak hanya itu saja anemia saat hamil juga bisa memicu kelahiran prematur atau lebih buruk lagi keguguran.

Oleh karena itulah menjadi sangat penting bagi ibu hamil untuk senantiasa memenuhi kebutuhan gizi makanan apa lagi yang mengandung zat besi untuk mencegah kekurangan hemoglobin.

Nah pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai 5 jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk membantu menaikkan hemoglobin pada ibu hamil.

Apa saja 5 makanan tersebut, mari kita simak sama-sama…

1. Makanan Tinggi Zat Besi

Zat besi adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam produksi sel darah merah. Sehingga untuk selalu menjaga level hb tetap normal kita perlu memenuhi kebutuhan zat besi setiap harinya. Khusus untuk ibu hamil kebutuhannya menjadi dua kali lebih banyak. Kekurangan zat besi merupakan penyebab umum anemia.

  • Beberapa makanan mengandung besi yaitu, hati, daging merah, udang, tahu, bayam, almond, kurma, lentil, sereal sarapan, tiram dan asparagus.
  • Anda juga bisa mengonsumsi suplemen zat besi. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis yang tepat karena dosis tinggi zat besi dapat berbahaya bagi tubuh.

2. Makanan Mengandung Vitamin C

Terkadang meski kebutuhan zat besi sudah tercukupi namun penyerapan oleh tubuh tidak maksimal. Disinilah kita membutuhkan bantuan Vitamin C yang bisa memaksimalkan penyerapan zat besi.

  • Makan makanan kaya vitamin C seperti pepaya, jeruk, lemon, stroberi, paprika, brokoli, grapefruit, tomat, dan bayam.
  • Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin C setelah berkonsultasi dengan dokter.

3. Makanan Mengandung Asam Folat

Asam folat, vitamin B-kompleks, diperlukan untuk membuat sel darah merah. Jadi, defisiensi asam folat secara otomatis mengarah ke tingkat hemoglobin yang rendah.

Beberapa sumber makanan yang baik dari asam folat adalah sayuran berdaun hijau , hati, beras, kecambah, kacang kering, bibit gandum, sereal yang diperkaya, kacang tanah, pisang, brokoli dan hati. Anda juga dapat mengonsumsi 200 hingga 400 miligram suplemen folat setiap hari setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.

4. Apel atau Delima

Makan satu buah apel sehari dapat membantu mempertahankan kadar hemoglobin normal, karena apel kaya zat besi dan komponen ramah kesehatan lainnya yang diperlukan untuk jumlah hemoglobin yang sehat. Anda bisa makan 1 apel sehari, atau minum jus yang dibuat dengan ½ cangkir apel dan jus bit dua kali sehari. Tambahkan sedikit jahe atau jus lemon untuk menambah rasa.

Buah delima juga kaya zat besi, kalsium, serat, dan protein. Nilai gizinya dapat membantu meningkatkan hemoglobin dan meningkatkan aliran darah yang sehat.

5. Susu Kambing

Konsumsi susu kambing secara rutin dapat memperbaiki kondisi anemia defisiensi zat besi. Ini karena susu kambing dapat meningkatkan penggunaan  zat besi oleh tubuh serta merangsang pembaruan hemoglobin.

Berbeda dengan susu sapi, susu kambing meminimalkan interaksi antara kalsium dan zat besi dalam tubuh. Interaksi kedua zat mineral tersebut menimbulkan efek saling menghambat. Misalnya, kalsium dalam susu sapi dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Produk yang disarankan :

WALATRA ETAKU
Susu Kambing Etawa

TIPS :

Jika Anda memiliki kadar hemoglobin yang rendah, Anda harus menghindari makan makanan yang dapat menghalangi kemampuan tubuh Anda untuk menyerap zat besi. Beberapa contoh makanan yang menghalangi penyerapan zat besi adalah:

  • Kopi dan teh
  • Minuman soda
  • Anggur dan bir
  • Antasid yang dijual bebas
  • Makanan kaya kalsium seperti produk susu sapi dan suplemen kalsium

Kenali Bahaya Anemia Saat Hamil

Jangan sepelekan kurang darah saat anda hamil, akibatnya bisa fatal jika sudah parah. Anemia yang parah saat hamil bisa menyebabkan bahaya berikut ;

  • Keguguguran (abortus).
  • Kelahiran prematur.
  • Persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi (inersia utari).
  • Perdarahan akibat tidak adanya kontraksi otot rahim (atonia uteri).
  • Infeksi saat bersalin maupun pasca bersalin.
  • Anemia berat yang dapat menyebabkan dekompensasi kordis. Akibat anemia ini, dapat menyebabkan syok dan kematian pada ibu saat persalinan.

About the Author: Walatrashop.com

WalatraShop.com adalah agen obat herbal terpercaya dan bergaransi di kota Tasikmalaya. Kami sudah beroperasi selama 6 tahun dalam bidang penjualan obat herbal.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.